Arsip Kategori: Parenting

Nafisa Genap Tiga Tahun

Tanggal tiga Juni kemarin, Nafisa genap berumur tiga tahun. Tentu saja tak ada ulang tahun, yang terasa istimewa dalam hati saya adalah perasaan yang mengharu biru. Terharu, gak kerasa banget si Mbak sekarang sudah besar, sudah pinter masya Allah. Rasanya baru kemarin saja saya melahirkan dia.

Waktu malam hari tanggal dua kemarin, pikiran saya nostalgia pada kenangan tahun 2009 ketika saya melahirkan Nafisa. Saya bilang pada suami, “Nih, bi, pas malem jam segini ini aku ada di rumah sakit sama mamah dan bapak, aku cek lab sendiri, aku tanda tangani surat kesediaan operasi sesar sendiri…” Hiks! Hiks! “Terus besok paginya sesar untuk ngelahirkan Nafisa…” *ceritaanya udh mo nangis*

Sediiih…banget jika ingat kenangan itu, perjuangan saya yang jauh dari suami yang harus menerima kenyataan melahirkan dengan persalinan normal tidaklah memungkinkan. Dan setelah saya berikhtiar agar bisa melahirkan normal, akhirnya saya harus menyerah dengan takdir yang telah tertulis.

Rasa sedih itu sebenarnya bukan semata karena harus SC, melainkan karena tidak ada suami di sisi saya. Tak ada suami yang bisa saya ajak berbagi kegundahan. Saat akan melahirkan Mba tiga tahun silam, kami memutuskan melahirkan di kota orang tua saya yang beda provinsi dengan tempat tinggal kami. Dengan bermacam pertimbangan; belum pengalaman melahirkan dan momong anak, ingin menyenangkan orang tua dan kerabat, dan yang lainnya.

read more>>

Anak Baik

Umi: “Mbak tadi kenapa nangis?”

Nafisa: “Tangannya dipukul Si H…”

Umi: “Kok Mbak ga bales mukul..?”

Nafisa: “Kan Mbak anak baik…”

^^
Saya bangga dengan Nafisa
Namun di sisi lain kadang saya bingung sendiri, apa Mbak akan mengalah terus kalau di nakali temannya, ataukah saya harus mengajari agar ia membalas perlakuan temannya?

Menumbuhkan PeDe

Nafisa, anak pertama saya ini berwatak kalem dan manut. Mudah diatur juga jarang bersikap nakal ala anak2, yah… palingan ‘nakal’ sekadarnya saja khas anak kecil. Kalau main dengan temannyapun, ia cenderung mengalah. Gak suka merebut mainan atau barang milik temannya, dan kalo giliran barangnya yang direbut dia hanya merengek pada saya atau menangis.
 
Sebenarnya Alhamdulillah ya punya anak yang manut dan mengalah begini, tapi kadang saya jadi mikir, kok nafisa ini gak berani ya.. apakah anakku ini pendiam dan pemalu alias minderan….?!
 
Membaca pengalaman salah satu ibu di TUM tentang caranya menumbuhkan kepercayaan diri anak semakin membuat saya berpikir lagi dan lagi bahwa nafisa ini memang pemalu. Pemalu sebenarnya bukan hal yang buruk apalagi untuk anak perempuan (katanya anak perempuan memang pemalu). Tapi yang terpuji adalah malu pada tempatnya.
 
Saya tidak ingin Nafisa jadi malu dan takut untuk ngapa-ngapain. Saya ingin dia tumbuh jadi anak yang berani tapi tidak sombong. Saya tidak ingin generasi kembali terulang, apa coba maksudnya hihihi, maksudnya saya ingin Nafisa punya kepercayaan diri yang lebih baik di banding saya. Maka karena hal itu saya tidak pernah me-label dia ketika marah. Saya sebut saja kesalahan dia apa agar dia ingat bahwa sikapnya adalah keliru. Hanya satu yang saya sering label, kemayu. Hahaha, dan saya rasa itu tidak apa-apa ya. Karena saya ingin dia percaya diri maka saya sering puji dia, Mbak anak pemberani, mbak anak pintar, Mbak anak rajin, dan seterusnya.
 
read more>>