Arsip Kategori: Hobi

Cerita dari Sepotong Risoles

Kejadian ini begitu membuat saya ingin tertawa, kesal, sekaligus kecewa, tapi akhirnya membuahkan rasa senang dan tentram dalam hati.

Suatu hari, saya mempunyai rencana untuk jualan kecil-kecilan di kantin barunya BEM STDI Imam Syafi’i. Lumayan pikir saya, bisa ada tambahan masukan untuk belanja sehari-hari dan ikut meramaikan isi kantin yang sebagian besar ummahat lain juga menitipkan jajanan buatan mereka sendiri. Dan juga ada rasa puas dalam hati ternyata jajanan yang kita buat ternyata disukai pembeli.

Akhirnya saya pilih risoles. Sebenarnya, sebelumnya saya sudah menjajakan lumpia dan Alhamdulillah laris, namun saya ingin yang beda dan agak mahal sedikit sehingga keuntungan jadi lebih banyak karena risoles sendiri bikinnya cukup repot dibanding lumpia yang saya buat sebelumnya. Juga karena modal awalnya lebih besar. Saya bandrol dengan harga 1000 per potong risoles.

read more>>

Tumis Tongkol

Masakan yang satu ini memang sangat simpel tapi Nafisa dan abinya sangat suka. Resep ini cocok jika kita pengen masak yang gak ribet dan gak pake lama. Disimak ya ibu-ibu ^^


Bahan dan Bumbu:

1. Ikan tongkol 7 potong

2. Bawang merah 5 buah, iris

3. Bawang putih 1 buah, iris

4. Cabe merah

5. Tomat 2 buah, cincang kecil-kecil

6. Garam dan gula secukupnya

7. Daun Salam dan lengkuas, peprek lengkuasnya

*bumbunya sesuai selera aja yah*

Cara Membuat:

1. Goreng ikan tongkol, setengah matang juga boleh

2. Tumis bawang merah, bawang putih, dan cabe sampai harum

3. Lalu masukkan ikan, tomat, daun salam, lengkuas, gula, dan garam

4. Tambahkan air sesuai selera

5. Tunggu sampai kuah meresap ke dalam daging ikan lalu angkat

6. Siap disajikan

*gak perlu pake vetsin ya, lebih sehat dan udah enak kok*

Senangnya Berkebun

Beberapa bulan setelah pindah ke kontrakan baru ini, saya mulai belajar berkebun karena di tempat tinggal sebelumnya tidak ada lahan untuk tanam-menanam. Ya, belajar, karena saya sama sekali belum pernah berkebun. Saya mulai saat musim hujan mulai tiba. Menanam tomat, cabai, rawit, lengkuas, jahe, kunyit, kemangi, pepaya, serai.

Senaaaaaang sekali rasanya mengamati biji-biji yang saya pendam dalam tanah itu akhirnya tumbuh keluar menjadi tunas kecil yang lama-kelamaan tumbuh besar. Setiap pagi sebelum memulai aktivitas atau ketika sedang suntuk dan lelah, saya pandangi tunas-tunas itu, sejuk, mencoba mentadaburi kekuasaan Allah. Mahabesar Allah yang telah menjadikan biji-biji ini tumbuh menjadi tunas, terus tumbuh, dan akhirnya memberi manfaat pada umat manusia.

Setiap ada yang muncul tunasnya dari dalam tanah, “Bi, cabenya udah mulai tumbuh, nih!” Saya sumringah. Hehe kampungan ya? Eh, bukan kampungan ini ceritanya. Wajar aja ya, karena saya mantan orang kota. Pedee… Betul! Saya orang kota jadi belum tau bagaimana rasa dan kesan berkebun sendiri ^ ^.

read more>>