Boneka Bebek Nafisa

Lama gak nulis, karena lagi gak ada ide. Ini ada ide cerita, bukan tentang saya, tapi tentang si Mbak.

Si Mbak punya banyak mainan, tidak terlalu banyak sebenarnya, tapi ya cukup banyak untuk dia mainkan sehari-hari meskipun kini kebanyakan dari mainan itu teronggok begitu saja dalam toples mainan karena mungkin dia sudah bosan main memainkannya. Hampir semua dari mainan ini saya dapatkan gratis, biasa..mbahnya yang kasih. Maklum, cucu pertama dalam keluarga saya jadi wajarlah agak dimanja dan dipenuhi kebutuhan mainannya.

Di antara sekian banyak mainan Mbak, yang paling banyak adalah boneka. Ada sekitar 7 buah jumlahnya. Boneka paling senior yang Mbak miliki adalah boneka bebek. Bentuknya panjang dan lonjong begitu saja, saya rasa itu adalah guling kecil yang berkepala bebek. Panjangnya pas sekali jika ditimang Mbak. Boneka bebek itu pemberian mbah putrinya saat Mbak Nafisa berumur belum genap 3 bulan, wew…padahal belum bisa main ya tapi sudah dikasih mainan. Meski boneka bebek ini adalah boneka yang paling lawas Mbak miliki, tapi sampai saat ini boneka bebek inilah yang paling akrab dengan Mbak padahal ada yang lebih baru lagi.

Mbak Nafisa sangat senang bermain dengan ‘bebek’. Ia gendong, suapi, susui, dan diajak ngobrol dan bermain. Lucu melihat Nafisa berperan sebagai ibu, sampai dia sendiri bilang kalo dia adalah ummi-nya bebek.

N: “Ini ummi-nya siapa?”, menunjuk ke arah saya.

U: “Ummi-nya Mbak…”

N: “Ini ummi-nya siapa?”, menunjuk dirinya sendiri.

U: “Siapa yoo..”

N: “Ummi-nya bebek..”

N: “Namanya siapa…?”

U: “Siapa yoo..?”

N: “Mbak Nafisa Azzahra.”

begitu katanya…

Hehe, suami jadi ingat shahabat Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam, Abu Hurairoh. Abu Hurairoh ini artinya bapaknya kucing kecil ya… hihi kalo gitu si Mbak ini kun-yahnya Ummu Baththoh dong ya…, ibunya bebek.

Kalau sedang berperan menyusui si Bebek, Mbak akan gendong boneka itu sambil goyang-goyang mengayun bonekanya, lucu. Lalu tangan satunya akan menepuk-nepuk boneka itu, maksudnya agak ‘anaknya’ cepat tidur.

Terkadang juga, kejadian sehari-hari bersama saya ia perankan dengan si Bebek. Misalnya, pura-puranya si Bebek ngompol,

N: “Ummi…nih bebeknya ngompol..”

U: “Huh bebek, yang baik nho… kalo pipis ke kamar mandi kayak Mbak Nafisa pinter. Dicebokin ya Mbak bebeknya..”

N: “Iya..”

Terus si Mbak akan ngomel-ngomel dengan suara pelan pada si Bebek karena kelakuan si Bebek yang ngompol, eh sambil dicubit juga. Hihi, persis saya waktu Nafisa tiba-tiba ngompol padahal sudah bisa ke kamar mandi, saya cubit hehehe. Ternyata terekam sekali ya dalam benaknya. Ayo ibu-ibu jangan ditiru ya, mencubit anak gak baik, hehe.

Oh ya, si Bebek juga biasa ditimbang sama Mbak seperti di posyandu-posyandu itu. Nafisa sendiri selama ini kalo timbang di posyandu pakai timbangan berdiri, karena saya yakin ia juga akan nangis menjerit-jerit seperti balita lainnya ketika ditimbang di timbangan gantung. Dan boneka bebek ini akan pura-pura nangis sepeti balita-balita di posyandu. Lucu.

Ya begitulah, selama hampir tiga tahun boneka bebek ini menemani Nafisa bermain dan tumbuh besar. Nafisahku, semoga tambah pintar dan sholehah ya..

Iklan

Ditandai:, ,

2 thoughts on “Boneka Bebek Nafisa

  1. Penuntut ilmu Juli 3, 2012 pukul 1:26 am Reply

    Masya Allah senang banget melihat tingkah anak kecil mb… salam kenal buat umminya dan si mbak…

    #sisie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: