Arsip Bulanan: April 2012

Boneka Bebek Nafisa

Lama gak nulis, karena lagi gak ada ide. Ini ada ide cerita, bukan tentang saya, tapi tentang si Mbak.

Si Mbak punya banyak mainan, tidak terlalu banyak sebenarnya, tapi ya cukup banyak untuk dia mainkan sehari-hari meskipun kini kebanyakan dari mainan itu teronggok begitu saja dalam toples mainan karena mungkin dia sudah bosan main memainkannya. Hampir semua dari mainan ini saya dapatkan gratis, biasa..mbahnya yang kasih. Maklum, cucu pertama dalam keluarga saya jadi wajarlah agak dimanja dan dipenuhi kebutuhan mainannya.

Di antara sekian banyak mainan Mbak, yang paling banyak adalah boneka. Ada sekitar 7 buah jumlahnya. Boneka paling senior yang Mbak miliki adalah boneka bebek. Bentuknya panjang dan lonjong begitu saja, saya rasa itu adalah guling kecil yang berkepala bebek. Panjangnya pas sekali jika ditimang Mbak. Boneka bebek itu pemberian mbah putrinya saat Mbak Nafisa berumur belum genap 3 bulan, wew…padahal belum bisa main ya tapi sudah dikasih mainan. Meski boneka bebek ini adalah boneka yang paling lawas Mbak miliki, tapi sampai saat ini boneka bebek inilah yang paling akrab dengan Mbak padahal ada yang lebih baru lagi.

read more>>

Iklan

Pro-Kontra Imunisasi

bukan ingin ngompori pro-imunisasi..
hanya ingin mengajak semua berpikir jernih dan ilmiah ttg imunisasi dengan membaca literatur yang ilmiah ttg hal tersebut
karena saya sendiri juga baru mencoba belajar untuk ilmiah…

http://muslimafiyah.com/permasalahan-imunisasi-dan-vaksinasi-tuntas-%E2%80%93insya-allah.html
http://muslimafiyah.com/haruskah-kedokteran-modern-dan-thibbun-nabawi-dipertentangkan.html
http://muslimafiyah.com/fatwa-fatwa-ulama-keterangan-para-ustadz-dan-ahli-medis-di-indonesia-tentang-bolehnya-imunisasi-vaksinasi.html

Si Kakek dan Si Pemuda

Selepas isya’ saat pulang dari kajian rutin ba’dha maghrib, saya sering melihat kakek tua itu. Berjalan memanggul dagangannya. Sepertinya berjualan tahu goreng, ah saya tidak tahu karena sekalipun belum pernah beli. Kakek itu sudah tua sekali, saya taksir usianya mungkin kurang lebih 70 tahun.

Jalannya sudah membungkuk, semakin bungkuk karena memanggul dagangan tahunya dan beliau berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Kadang terpikir oleh saya, kemanakah anak-anaknya yang membiarkan orang setua itu berjualan berjalan kaki sendirian di malam hari. Husnudzon, mungkin kakek tua itu yang memang giat bekerja.

Kali lain saya melihat seorang pemuda yang cacat fisiknya, kedua tangannya kecil. Satu waktu saya melihat dia berkendaraan menggunakan sepeda yang sudah dimodifikasi sehingga sepeda tersebut memiliki gerobak kecil di sebelahnya. Ya mungkin modelnya seperti TOSSA, hanya saja ini pakai sepeda dan gerobak untuk barang terletak di samping bukan di belakang kendaraan.

Dengan sepedanya itu dia berkendara berjualan ikan pindang dalam besek-besek kecil. Setelah lama tidak melihatnya, di waktu lain saya lihat ia mangkal di depan toko bekas Indomaret di bawah sebuah pohon juga dengan ‘sepeda TOSSA’-nya, dia berjualan bensin. Mungkin ia sekarang beralih pekerjaan.

read more>>