Beda Orang Dulu dan Orang Sekarang

Jelas banyak sekali perbedaannya. Namun yang mau saya bicarakan di sini perbedaan dari segi gaya hidup. Ini deh yang sering saya rasakan dan kiranya dapat dijadikan renungan buat kita yang orang zaman sekarang hehe.

Orang dulu, gemar.. sekali menabung. Bener! Ibu saya bercerita dulu waktu kerja bantu2 pakleknya berjualan, uang yang beliau dapat meski sedikit pasti sebagian ditabung. Setiap uang itu cukup untuk membeli satu gram emas maka beliau belikan. Beliau bercerita rasanya senang sekali melihat emas yang ia punya bertambah gramnya satu bulan sekali meskipun hanya bertambah satu gram saja. Bandingkan dengan kita wahai orang zaman sekarang, penghasilan besarpun mungkin sedikit dari kita yang bisa menyisihkan sebagiannya.

Orang dulu, beli barang hanya yang dibutuhkan saja. Gak perlu yang paling bagus. Beda dengan orang sekarang, bukan dasar ‘kebutuhan’ saja yang dipertimbangkan ketika membeli barang-barang, tapi ada ‘gengsi’ yang terselip di sana. Penghasilan sedikitpun rela deh kredit2 asal bisa memiliki barang yang ia inginkan. Gak aneh orang zaman sekarang, meski rumah masih ngontrak, tapi perabotan lengkap; televisi, VCD player, kulkas, mesin cuci,barang-barang ber-‘merk’, laptop, hp paling nge-trend, sampai TV berlanggananpun ada. Meskipun sah-sah saja ya rasanya kalo barang itu memang kita butuhkan dan malah bisa banyak membantu kita. Tapi tentu bedakanlah yang benar-benar butuh dengan yang sekadar dipaksakan menjadi sebuah kebutuhan. Ibu saya bercerita, dulu saat baru menikah dan belum punya anak, beliau sudah bisa beli tanah dan membangun rumah sendiri dari hasil kerja beliau dan bapak saya saat belum menikah, bukan minta pada orang tua. Jangan ditanya tentang perabotan yang mereka miliki, tidur pun dulu masih beralaskan tikar karena ga ada uang untuk membeli kasur. Coba bandingkan dengan kita wahai orang zaman sekarang.

Namun.. bukan berarti prinsip orang dulu benar seratus persen dan pola hidup orang sekarang salah semuanya. Terlalu irit juga mungkin tidak bagus ya. Kita pilih yang pertegahan saja lah. Kita ambil hal-hal positif dari keduanya. Jangan terlalu pelit dan jangan pula terlalu royal. Ketika kita memilih membei barang yang paling bagus hendaknya dengan pertimbangan bahwa barang ini akan awet dan berumur panjang sehingga kita tidak perlu lagi merogoh kocek untuk membeli barang serupa. Dan ketika kita membeli barang yang paling bagus dengan tujuan gengsi maka lihatlah orang-orang yang jauh lebih tidak mampu dibanding kita, uang yang kita keluarkan untuk beli barang ber-merk ini tentu sangatlah berarti untuk sekadar mengisi perut mereka.

Jadi, bijak-bijaklah dalam mengelola keuangan, apalagi bagi kita seorang ibu yang tentu hal ini pun akan kita tularkan pada anak-anak kita. Semoga bermanfaat.

Tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: