kapan kita siap untuk mati?
kapan kita merasa siap menghadapi kematian?
ketika sudah jadi nenek/ kakek kelak?
atau bahkan beberapa tahun ke depan?
namun jika kita telah sampai waktu yang katanya kita siap menghadapi kematian, maka pasti kita ingin menundanya lebih lama lagi.
kita ingin lebih lama lagi tinggal di dunia ini.
lalu sebenarnya kapan kita siap untuk mati??!!
kita tak akan pernah siap menjemput kematian jika pikiran kita masih terus berputar pada hasrat dunia.
kaya. rumah mewah. anak-anak yang lucu. cucu-cucu yang mengemaskan.
kita selamanya tak akan pernah siap menghadapi kematian jika pikiran kita selalu penuh dengan ambisi dunia tapi kosong akan ambisi akhirat.
kita siap untuk mati ketika kita siap meninggalkan perhiasan dunia dan merindu akhirat.
merenung tentang kematian, obat tepat penyakit hati.
***
Abis baca pengalaman transplantasi hati/ liver pak Dahlan Iskan di sini. Oh, sangat mahalnya kesehatan. Ketika kita merasa miskin di dunia ini, renungkan bahwa ternyata kita punya liver/ hati yang sehat, jantung, pankreas,rahim, usus, lambung yang semuanya diberi kesehatan oleh Allah. Betapa nikmat yang teramat besar. Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tahthimushsholihaat.